Rangkaian Lampu Flasher Elektronik

| Rating: 4.9 | Lighting

Rangkaian lampu flasher elektronik ini dapat digunakan untuk membuat lampu fariasi atau lampu hias. Pada gambar dibawah lampu yang dipasang pada rangkaian dapat berupa LED maupun lampu DC. Rangkaian flasher ini berfungsi untuk membuat nyala lampu berkedip dengan periode nyala dan padamnya lampu flasher yang dapat ditentukan. Rangkaian lampu flasher sering digunakan sebagai pengganti flasher mekanik pada lampu sein sepeda motor atau mobil. Kelebihan pengunaan flasher elektronik seperti pada gambar dibawah adalah tidak terdapat bunyi relay dan tidak menimbulkan noise EMF pada sistem audio. Rangkaian lampu flasher elektronik ini dapat dibuat dengan sedikit komponen seperti pada gambar berikut.

Gambar Rangkaian lampu Flasher Elektronik

Rangkaian lampu flasher elektronik,membuat lampu fariasi,lampu hias,Rangkaian flasher,lampu flasher,Rangkaian lampu flasher,flasher elektronik,Gambar Rangkaian lampu Flasher Elektronik,Komponen Lampu Flasher Elektronik,rangkaian flasher elektronik,harga flasher elektronik,jual flasher elektronik,modul flasher elektronik,kit flasher elektronik,membuat flasher elektronik,cara buat flasher elektronik,cara pasang flasher elektronik,harga lampu flasher,jual lampu flasher,kit lampu flasher,PCB lampu flasher,memperbaiki lampu flasher,cara memperbaiki lampu flasher

Daftar Komponen Lampu Flasher Elektronik

R1 = 6K8
R2 = 270K
R3 = 22K
C1 = 220µF   25V
C2 = 10µF   25V
D1 = 1N4002
Q1 = BC557
Q2 = BD139
LP1 = 3-24V 10W
SW1 = On-Off switch
B1 =  3-24V

Rangkaian lampu flasher elektronik pada gambar diatas dapat digunakan untuk mengendalikan nyala lampu dengan tegangan kerja dari 3 volt DC hingga 24 volt DC. Rangkaian lampu flasher ini dapat diaplikasikan sebagai lampu variasi ataupun pengganti flasher mekanik pada kendaraan bermotor maupun mobil.

Rangkaian lampu flasher elektornik pada gambar diatas dibangun dengan 2 transistor NPN dan PNP. Waktu nyala dan padamnya lampu pada rangkaian flasher elektronik diatas ditentukan oleh waktu pengisian dan pengosongan kapasitor C2. Waktu pengisian dan pengosongan kapasitor C2 ditentukan oleh nilai kapasitor C2 tersebut dan arus pengisian yang dibatasi oleh resistor R2 dan R3. Semakin besar nilai kapasitor C2 dan nilai resistansi R2 dan R3 maka semakin lama waktu pengisian kapasitor C2 sehingga periode nyala dan padamnya lampu menjadi semakin lama. Untuk meningkatkan daya beban transistor Q2 dapat diganti dengan kemampuan daya yang lebih besar. Tipe transistor Q2 sebaiknya ditentukan berdasarkan beban (lampu) yang akan dikendalikan oleh rangkaian lampu flasher tersebut.

cara membuat lampu led untuk motor, Cara buat lampu led motor, skema lampu led motor, cara membuat lampu led berkedip, Rangkaian lampu led 220 volt, rangkaian lampu led motor, rangkaian lampu sein, cara membuat rangkaian lampu led berkedip, cara membuat lampu led berkedip untuk motor, skema lampu led ac

Share Artikel : "Rangkaian Lampu Flasher Elektronik"

Buat Pesan Untuk Artikel "Rangkaian Lampu Flasher Elektronik"

3+7= (Plus)