Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge

| Rating: 4.9 | Driver Motor

Rangkaian dasar kontrol motor DC H-Bridge ini dibuat menggunakan 4 buah transistor NPN sebagai saklar elektronik untuk mengalirkan arus ke motor DC. Dengan rangkaian dasar H-bridge yang sederhana seperti pada gambar dibawah kita dapat mempelajari lebih mudah tentang prinsip kerja pengendalian motor DC dengan sistem H-Bridge. dengan metode pengontrolan motor DC secara H-Bridge seperti ini kita dapat mengendalikan putaran motor DC dalam 2 arah. Pada rangkaian pengendali motor DC H-Bridge pada gambar dibawah terdapat 2 line input yang digunakan untuk mengendalikan arah putar motor DC. Kedua jalur input tersebut dapat diberikan sinyal input berupa logika HIGH  dan LOW menggunakan saklar. Untuk mengendalikan motor DC dengan rangkaian dasar H-Bridge ini kedua line input tersebut tidak boleh berlogika sama. Dengan kombinasi logika input HIGH dan LOW pada kedua line input rangkaian H-Bridge ini kita dapat mengendalikan motor DC secara searah jarum jam atau clock wise (CW) dan berlawanan arah jarum jam atau counter clock wise (CCW). Untuk lebih jelas dapat dilihat skema rangkaian dasar kontrol motor DC H-Bridge pada gambar berikut.

Gambar Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge

Rangkaian dasar kontrol motor DC H-Bridge,rangkaian dasar H-bridge,pengendalian motor DC dengan sistem H-Bridge,pengontrolan motor DC secara H-Bridge,mengendalikan putaran motor DC dalam 2 arah,rangkaian pengendali motor DC H-Bridge,mengendalikan motor DC,H-Bridge,rangkaian H-Bridge,skema rangkaian dasar kontrol motor DC H-Bridge,Gambar Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge,pengendalian motor DC dengan metode bridge,rangkaian kontrol motor DC H-Bridge,arah putar motor DC,tegangan kerja motor DC

Rangkaian dasar kontrol motor DC H-Bridge pada gambar diatas dibangun dengan beberapa komponen yang memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Transistor, 4 buah transistor pada rangkaian kontrol motor DC H-Bridge diatas berfungsi sebagai saklar elektronik untuk mengalirkan arus ke motor DC secara bridge. Daya maksimum pengendalian motor DC dengan metode bridge ini ditentukan oleh kapasitas maksimum transistor mengalirkan arus listrik.
  • Dioda, 4 buah dioda yang dipasang parallel secara reverse pada kolektro – emitor transistor berfungsi sebagai clamper dioda. Clamper dioda berfungsi untuk melindungi transistor dari lonjakan tegangan balik induksi dari motor DC.
  • LED, 2 buah LED pada rangkaian kontrol motor DC H-Bridge diatas berfungsi sebagai indikator arah arus listrik sekaligus indikator arah putar motor DC yang dikendalikan.
  • Saklar, saklar S1 dan S2 merupakan saklar push-button yang berfungsi untuk memberikan logika input pada rangkaian kendali motor DC tersebut.
  • Resistor 10 Kohm, resistor 10 KOhm ini berfungsi sebagai pull-down untuk memastikan jalur input dalam keadaan logika LOW pada saat saklar input terbuka.

Agar motor DC dapat berputar sesuai penekanan saklar maka setiap penekanan saklar harus mengaktifkan 2 buah transistor sekaligus, bagian ini dilakukan oleh resistor 2,2 KOhm yang berfungsi untuk mentransmisikan bias basis untuk kedua transistor pada setiap penekanan saklar S1 maupun S2. Tegangan kerja rangkaian kontrol motor DC H-Bridge ini disesuaikan dengan tegangan kerja motor DC yang dikendalikan menggunakan rangkaian ini.

rangkaian pengendali elektronika, skema COR, Rangkaian H-bridge, rangkaian putar balik motor dc, kontrol motor dc, rangkaian h bridge dengan transistor, cara membuat dc one untuk ht, rangkaian kontrol motor dc, rangkaian h-bridge driver motor dc, cara kerja h bridge mosfet

Share Artikel : "Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge"

1 Komentar Untuk Artikel " Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge" »

Buat Pesan Untuk Artikel "Rangkaian Dasar Kontrol Motor DC H-Bridge"

0+8= (Plus)